Alasan Pria Berhelm Serang Satpol PP Saat Razia PKL di Siantar Sumut

Screenshot video viral pria berhelm serang Satpol PP Pematangsiantar (dok. Instagram)
Screenshot video viral pria berhelm serang Satpol PP Pematangsiantar. (Dok. Instagram)

Pematangsiantar – 

Sebuah video viral menunjukkan pria menggunakan helm menyerang petugas Satpol PP Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara (Sumut). Pria bernama Yudha Winata itu pun memberikan penjelasan terkait aksinya.

Yudha mengatakan saat itu dia melawati lokasi razia yang dilakukan Satpol PP Pematangsiantar. Karena terjadi kerumunan di lokasi, dia yang berboncengan naik sepeda motor bersama istrinya pun berniat untuk berputar arah.

“Aku kan dari sebelah kiri, itu kerumunan sudah padat kali, jadi aku mau ngelak kan kerumunan ini mau mutar,” kata Yudha kepada wartawan, Senin (19/7/2021).

Yudha mengatakan saat itu kaki istrinya tersangkut di mobil Satpol PP. Meski kaki istrinya tersangkut, petugas dari Satpol PP tetap menjalankan mobilnya.

“Posisi belum pas untuk ngegas sepeda motor, kaki istri nyangkut di mobil. Rupanya makin digasnya mobilnya, makanya emosi,” ucap Yudha.

Yudha mengatakan kakinya juga ikut terkena mobil Satpol PP yang terus melaju. Namun dia mengatakan kasus ini sudah diselesaikan setelah dimediasi oleh pihak Satpol PP.

“Kita sudah mediasi sama Satpol-nya,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, video aksi Yudha memukul mobil Satpol PP terjadi saat penertiban pedagang kaki lima (PKL). Penertiban dilakukan di Lapangan Merdeka Kota Pematangsiantar.

Senin (19/7/2021), dalam video viral itu, terlihat sebuah mobil milik Satpol PP Pematangsiantar. Terdengar ada makian yang dikeluarkan kepada petugas yang sedang melakukan razia.

Selain itu, tampak seorang pria tiba-tiba turun dari sepeda motor dan mendatangi mobil Satpol PP. Pria yang menggunakan helm itu terlihat menyerang petugas yang ada di dalam mobil.

Pria itu juga tampak merusak kaca spion mobil. Warga yang berada di lokasi terlihat melerai keributan itu. Mobil dinas Satpol PP yang sempat dirusak itu kemudian tancap gas meninggalkan lokasi.

Kabid Trantib Satpol PP Pematangsiantar, Mangaraja Nababan, membenarkan peristiwa itu. Dia mengatakan peristiwa tersebut berawal saat petugas mendapatkan perlawanan oleh pedagang ketika melakukan razia PKL di Lapangan Merdeka Kota Pematangsiantar.

“Mereka keberatan saat diimbau petugas praja wanita yang bertugas di lokasi agar tidak berjualan di Lapangan Merdeka sehingga terjadi pemakian kepada petugas,” ucap Mangaraja.

“Tidak boleh berjualan di situ karena memang diatur di Perda kita Nomor 16 Tahun 1989 tentang nama dan fungsi Lapangan Merdeka,” imbuhnya.

Saat terjadi keributan, kata Raja, ada seorang pria yang bukan pedagang tiba-tiba mendatangi petugas. Pria itu disebut menyerang petugas yang melakukan razia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*