Di Setiap Doa-Doaku, Selalu Kurapalkan Kebahagian Untukmu Sayang

Dalam senyapnya keheningan malam, di atas sajadah setelah dua rakaat sunnah kulaksanakan. Aku terpekur, menghadap yang Maha Kuasa. Sesekali tersenyum, saat menyampaikan betapa merindunya hatiku pada cinta yang sedang bersemayam di hati. Terkadang, juga menangis, karena takut rasa ini salah dan membutakan.

Kadang, juga bingung, saat bagaimana inginku istiqomah dalam menanti seseorang yang tepat, namun hatiku terlanjur terpesona dan jatuh hati padamu.

Oleh sebab itu, aku memilih untuk kembali memasrahkan hati dan perasaanku pada Tuhanku. Mengiba kepadanya, agar rasa yang kupunya tidak sampai membutakan mata dan hatiku. Mendoakan yang terbaik bagimu, juga bagi diriku. Tulus, kusampaikan, bahwa aku hanya ingin kamu berbahagia dan mendapatkan seseorang yang terbaik untukmu.

Tak lupa, aku berterimakasih, entah rasa ini hadir sebagai pelajaran atau bukan. Kamu telah hadir , mengisi sisi hatiku yang telah lama sepi, dengan perasaan perasaan baru yang menyenangkan. Cinta ini, membuatku ingin selalu membahagiakanmu, meski rasa itu belum tentu atau mungkin tak berbalas darimu.

Cinta Itu Membuatku Ingin Membahagiakan Dan Mendoakanmu. Saat Melihatmu Bahagia Dan Baik Baik Saja, Sudah Sangat Cukup Untuk Menenangkan Hatiku.

Cinta Itu Membuatku Ingin Membahagiakan Dan Mendoakanmu. Saat Melihatmu Bahagia Dan Baik Baik Saja, Sudah Sangat Cukup Untuk Menenangkan Hatiku.

Tak terbesit sedikitpun dalam hatiku untuk mengumbar janji dan harapan kepadamu. Apalagi, janji itu belum tentu mampu untuk benar benar kutunaikan. Apalagi, Tuhanku Maha Membolak balikkan hati HambaNya. Bukannya, aku takut akan kecewa. Justru aku takut, jika dirikulah yang membuatmu terluka dan berakhir dengan kecewa.

buatmu terluka dan berakhir dengan kecewa

Karenanya, aku memilih untuk membahagiakan dan mendoakanmu dalam diam. Cukup dengan tahu bahwa kamu bahagia dan baik baik saja, sudah banyak berarti untukku. Cukup memastikan, namamu kusebut dalam doaku, sudah membuat hatiku merasa tenang, karena aku percayakan Tuhanku untuk melindungimu 24 jam, saat aku tak mampu untuk melaksanakannya.

Bagiku, melihat senyummu dari jauh sekalipun, sudah mampu menenangkan hatiku. Syukurlah, kamu baik baik saja, dan semoga selalu begitu.

Cinta Itu Membuatku Ingin Membahagiakan Dan Mendoakanmu. Meski, Dalam Diam, Akan Kupastikan Semampuku, Bahwa Kamu Tidak Akan Pernah Bersedih Atau Terluka

Tidak masalah, jika kamu hanya menganggapku sebagai teman baik. Tidak masalah pula, meski hubungan kita, mungkin hanya aku yang punya rasa. Karena sejak awal, aku sendiri juga tidak ingin terikat dalam hubungan yang belum halal. Inginku, saat aku telah yakin dan pantas nanti, aku akan ke rumahmu dan meminangmu secara langsung.

Untuk sekarang, aku hanya ingin memastikan bahwa kamu tidak terluka dan bersedih. Meski diam diam, aku berusaha untuk membantumu semampuku. Meski, kamu jarang menyadarinya, kuharap, semua perhatian dan pertolongan yang seperti tak sengaja aku berikan. Membuatmu kembali ceria dan baik baik saja.

Tetaplah menjadi baik dan bahagia, hanya itu inginku saat ini, saat aku belum mampu untuk menghalalkanmu.

Cinta Ini Membuatku Ingin Membahagiakan Dan Mendoakanmu. Kuakui, Rindu dan Cemburu Kadang Mengusik Hati. Oleh Sebab Itu Kusandarkan Diri Pada Tuhan dan Berdoa Sebagai Obat Terbaik Yang Kumiliki

Belum mampu memilikimu, perasaan belum pantas untuk meminangmu, keadaanku yang belum mampu menunjukkan kesungguhanku padamu. Memang menjadi banyaknya kekurangan. Sehingga, aku belum berani untuk menyatakan perasaan itu kepadamu

Kuakui, kadang aku juga cemburu, kadang aku juga merasakan rindu. Aku tetap manusia biasa, yang juga ingin menjadikan diriku satu satunya untukmu, begitupun sebaliknya.

Namun, saat aku kembali melihat diriku sendiri, bagaimana banyaknya kekuranganku dan aku belum siap, baik dalam segala hal untuk menjadi pasangan terbaik dalam hidupmu. Maka, aku memilih untuk menelan kembali segala rasa rindu, cemburu dan kekecewaan itu.

Aku kembali pada Tuhanku, kembali menyandarkan hatiku kepadaNya, kembali mengingatkan diriku sendiri, bahwa berharap pada manusia hanya akan berakhir dengan kekecewaan.

Aku mengambil napas sebanyak banyaknya, meredakan bara dan nafsu yang bergelora dalam dada. Lalu, tersenyum dan yakin, bahwa Tuhanku sudah menyiapkan yang terbaik untukmu, juga diriku di masa depan kita.

Jadi, Meski Cinta Itu Membuatku Ingin Membahagiakan Dan Mendoakanmu. Percayalah, Saat Aku Pantas Aku Akan Segera Meminangmu. Dan Jika Kamu Memang Bukan Tercipta Untukku. Tidak Akan Terbesit Sedikitpun Kekecewaan Di Hatiku

Kini yang bisa aku lakukan memang hanya sebatas membahagiakan dan mendoakanmu dalam diam. Karena, aku juga masih harus mengejar mimpi, aku masih harus memperbaiki diri. Aku sadar, baik secara mental, finansial, dan ilmu agama, aku masih belum mampu untuk jadi terbaik untukmu.

Namun, aku juga tidak punya hak untuk memintamu menungguku. Selain, karena memang aku tidak pernah ingin memberikan harapan dan janji yang belum tentu nyata. Cinta ini tulus, hanya ingin kamu bahagia dan mendapatkan yang terbaik. Oleh sebab itu, dari dulu, aku lebih memilih untuk mencintai dan membahagiakanmu dalam diamku. Sebatas teman menurutmu, tapi sebenarnya lebih di hatiku.

Hingga, saat aku sudah yakin pada diriku sendiri dan apabila kamu masih sendiri nanti. Aku pasti, akan datang ke rumahmu, dan memintamu pada kedua orang tuamu.

Dan jika yang terjadi adalah sebaliknya. Ternyata, kamu memang bukan jodoh yang Tuhan hadirkan dalam hidupku. Percayalah, aku tidak akan kecewa. Aku akan turut berbahagia, dan yakin bahwa Tuhan pula sudah menyiapkan yang terbaik bagiku.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*