Kisah Pengemis Tewas di Pinggir Jalan yang Punya Tabungan Rp14,1 Miliar

KABAR mengejutkan datang dari Distrik Barbir Beirut pada Selasa malam (15/5/2018), petugas keamanan daerah setempat menemukan mayat di trotoar jalan tersebut. Setelah diselidiki, mayat perempuan tersebut bernama Fatima Othman.

Banyak informasi yang diterima bahwa perempuan lanjut usia ini dulunya adalah pengemis. Makanya, saat dia ditemukan meninggal dunia, para penyelidik mengira itu hanyalah kemarian tragis yang terjadi pada rakyat miskin dan tunawisman yang tinggal di kota besar.

Namun, kesimpulan tersebut ternyata keliru! Dilansir dari Arab News, petugas seketika terkejut ketika mengetahui bahwa Fatima membawa sebuah tas berisi uang tunai senilai Rp 48 juta! Hal yang lebih mengejutkan lagi adalah mayat Fatima ternyata memiliki deposit uang di bank sebanyak Rp 14,1 miliar.

Fatima Othman (Arabnews)

Terkait dengan kematian Fatima, Direktur Divisi Hubungan Keamanan Internal Jenderal Joseph Musallem, menjelaskan bahwa Fatima wafat karena serangan jantung. Perempuan berusia 52 tahun tersebut ternyata memiliki riwayat penyakit jantung sudah lama dan penyakit itu juga yang akhirnya merenggut nyawanya.

“Setelah penyelidikan dilakukan, tim kami menemukan uang tunai dan buku tabungan dalam jumlah besar dan ini sangat di luar perkiraan kita semua,” katanya.

Perlu Anda ketahui, sekalipun Fatima adalah pengemis, ternyata dia pernah mendapatkan penghargaan. Fakta ini muncul setelah ditemukannya foto pengemis jalanan yang memenangkan pujian dengan perannya sebagai seorang tentara Libanon yang ditempatkan di rumah sakit Barbir terdekat. Di foto itu, Fatima sedang membantu memberikan minum karena pasiennya tidak dapat menggunakan tangan atau kakinya. Prajurit itu kemudian dipuji oleh seorang komandan tentara karena “belas kasih dan kemanusiaannya.”

Di lain sisi, Fatima sering mendapat cemoohan karena pekerjaannya. Padahal, di balik pekerjaan terakhirnya itu, Fatima pernah berjasa untuk prajurit perang Lebanon.

Fatima Othman (Arabnews)

Saat mengemis, Fatima ternyata tidak pernah menggangu pengguna jalan. Dia hanya terduduk di trotoar dengan mata penuh kesedihan. Dia juga diketahui tidak pernah berbicara atau memohon untuk diberikan uang. Ya, Fatima hanya duduk dan menunggu orang mau membantunya.

Kemudian, informasi lain juga menjelaskan bahwa Fatima biasa duduk di koran di trotoar dekat pabrik kopi di musim panas dan musim dingin. Sesekali masyarakat mendengar ucapan “Alhamdulillah” dari mulut tuanya itu setelah dia diberikan sedikit rezeki.

Sementara itu, banyak kabar menjelaskan bahwa sebelum Fatima menutup usia, kondisinya memang berbeda. Senyum hangatnya hilang. Rambut putih dan wajah penuh keriput nampak lebih memudar.

Setelah kematian Fatima, pasukan keamanan menemukan dia berasal dari kota Ain Al-Zahab di Akkar, Lebanon utara. Mereka menghubungi keluarganya dan sejumlah kerabat datang dan membawa jasat tua tersebut ke desanya. Dia dimakamkan pada hari Rabu sehari setelahnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*