Oknum Satpol PP Gowa Dicopot usai Viral Aniaya Pemilik Kafe, Pj Sekda Kena Tegur

Oknum Satpol PP Gowa Dicopot usai Viral Aniaya Pemilik Kafe, Pj Sekda Kena Tegur
Sekretaris Satpol PP Gowa Mardani dicopot dari jabatannya usai memukuli suami istri pemilik kafe saat razia PPKM. (Tangkapan layar/istimewa)

Oknum Satpol PP Gowa yang menganiaya pasangan suami istri pemilik kafe di Jalan Panciro dicopot dari jabatannya. Sebelumnya, dia juga telah ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan oleh Polres Gowa.

Tersangka berinisial MR resmi dicopot dari jabatan sebagai Sekretaris Satpol PP. Keputusan ini disampaikan langsung Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan. “Setelah melalui pemeriksaan maraton oleh Inspektorat, berdasarkan hasil pemeriksaan yang bersangkutan telah melanggar kedisiplinan ASN. Atas dasar itu, hari ini, Sabtu 17 Juli, yang bersangkutan saya copot dari jabatannya,” ujar Adnan, Sabtu (17/7/2021).

Dia mengungkapkan, pemkab akan meninjau status kepegawaian MR. Namun pihaknya masih menunggu hasil proses hukum yang saat ini sementara berjalan di Polres Gowa. Jika proses hukum yang dijalani tersangka sudah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht), maka akan dilihat hukuman selanjutnya berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 tentang Perubahan atas PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS.

Tanggapan Jokowi terkait Kasus Penganiayaan yang Menimpa AU “Di PP Nomor 17/2020 ini berbunyi, dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan hukuman pidana penjara paling singkat 2 (dua) tahun dan pidana yang dilakukan dengan berencana,” kata Adnan. Selain mencopot oknum Satpol PP, bupati juga mengaku sudah memberikan teguran kepada Pjs Sekda Gowa Kamsinah.

Adnan juga mengingatkan kepada seluruh perangkat pemerintahan lingkup Pemkab Gowa agar berhati-hati dalam menjalankan tugas. “Keputusan ini sekaligus sebagai warning bagi perangkat pemerintahan dalam menjalankan tugas-tugasnya,” ucapnya. Sebelumnya, Polres Gowa telah menetapkan MR sebagai tersangka penganiayaan terhadap pemilik kafe di Panciro, Nurhalim (26) beserta istrinya Amriana.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*