Sadis! Wanita Cantik Ini Buang Bayinya ke Tengah Waduk

Polisi menangkap seorang perempuan muda di Banjarnegara Jawa Tengah, karena menghabisi bayi yang baru dilahirkannya. Wanita berparas cantik ini membuang jasad bayinya ke Waduk Mrica untuk menghilangkan jejak.

Pengungkapan kasus itu bermula pada penemuan mayat bayi di bawah Jembatan aliran Sungai Serayu Waduk Jenderal Soedirman Desa Tapen RT 1/4 Kecamatan Wanadadi Banjarnegara, Sabtu 26 Desember 2020. Mayat bayi pertama kali ditemukan ND (38) sekitar pukul 11.00 WIB, ketika sedang menjala ikan.

Tiba-tiba dia melihat sebuah tas warna putih mengapung di pinggir aliran sungai. Setelah didekati, dia melihat bayi di dalam tas. Kemudian dia pulang dan melaporkan kepada perangkat desa IS (41) serta BR (50), dan diteruskan ke Polsek Wanadadi.

“Setelah datang ke lokasi, anggota Polsek Wanadadi mengevakuasi dan membawa bayi tersebut ke RSUD Hj. Anna Lasmanah Kolopaking Banjarnegara,” kata Kasat Reskrim Polres Banjarnegara Iptu Donna Briadi, Jumat (5/3/2021).

Sesampainya di rumah sakit, tim INAFIS Polres Banjarnegara dan petugas medis melakukan pemeriksaan jasad bayi. Petugas juga menemukan barang bukti satu buah celana legging warna hitam ukuran S, satu buah rok panjang warna hitam, satu buah tas kain warna putih dan satu buah tas plastik.

“Hasil pemeriksaan diperkirakan telah meninggal dunia lebih dari 12 jam. Mayat bayi berjenis kelamin laki-laki, panjang badan 47 cm, lingkar kepala 31 cm, lingkar dada 27 cm, lingkar lengan atas 9 cm, panjang umbi lokal 60 cm, panjang rambut 3 cm, berat badan antara 2,5 sampai 3 kg,” ungkapnya.

Polisi melakukan rangkaian penyelidikan dan mendapatkan informasi bahwa di Kecamatan Sigaluh Banjarnegara di rumah TM tinggal seorang wanita yang diketahui hamil dan telah melahirkan, namun bayi tidak diketahui keberadaannya. Mendapat informasi tersebut pada 18 Januari 2021, polisi mendatangi lokasi untuk memeriksa kebenaran informasi tersebut.

“Sesampainya di lokasi tersebut ternyata benar telah tinggal bersama TM seorang wanita yang diketahui bernama RA (23) warga Kecamatan Mandiraja. Kemudian dua warga tersebut kami bawa ke Polres Banjarnegara untuk dilakukan pemeriksaan,” ujarnya.

Setelah melakukan pemeriksaan, RA mengakui telah melahirkan bayi seorang diri di kamar sebuah rumah di Kelurahan Kutabanjarnegara Kecamatan Banjarnegara pada Sabtu 26 Desember 2020 sekira pukul 03.30 WIB. Setelah melahirkan, tersangka melakukan kekerasan fisik terhadap bayi yang baru dilahirkan karena takut ketahuan melahirkan anak hasil hubungan gelap. Setelah bayi meninggal, mayatnya bersama plasenta dibungkus plastik lalu dimasukkan tas kain warna putih.

“Selanjutnya sekira pukul 04.30 WIB tersangka keluar dari dalam rumah sambil membawa tas kain warna putih berisi mayat bayi, kemudian pergi naik ojek motor menuju arah Tapen. Sekira pukul 05.15 WIB tersangka minta berhenti di pertigaan Waduk Mrica dengan alasan akan dijemput keluarga. Kemudian membayar ojek Rp16.000 lalu ojek tersebut pergi,”ujarnya.

“Kemudian RA berjalan kaki ke arah jembatan tapen dan sekira pukul 05.30 WIB sesampainya di jembatan kemudian membuang mayat bayi ke sungai lalu RA Pergi menumpang mobil pikap menuju terminal proyek Kecamatan Bawang,” sambungnya.

Tersangka dijerat Pasal 80 ayat (4) UU No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak juncto UU No.17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No. 01 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan Anak menjadi Undang-undang dan atau Pasal 342 KUHP.

“Ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan ditambah sepertiga karena pelaku orangtua kandung,” pungkasnya.

Bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan dalam keadaan hidup di depan kamar kos di Dusun Kranggan, Bokoharjo, Prambanan, Kamis 4 Maret 2021, sore. Bayi itu ditaruh dalam boks dengan kondisi telanjang, tanpa alas kain dan tali pusar masih menempel itu, diduga dibuang sang ibu lantaran terlahir atas hasil hubungan gelap

Kapolsek Prambanan, Kompol Rubiyanto menjelaskan temuan bayi tersebut berawal saat pemilik kos Tina Sulistowati bersama penghuni kos, Rohyati mendengar ada suara tangisan bayi. Mereka kemudian memberitahu penghuni kos lain, Sumini.

Mereka selanjutnya mencari sumber suara tersebut. Setelah dicari berasal dari dalam bok yang ditaruh di samping kamar penghuni kamar kos lainnya. Setelah dilihat ada bayi dan masih hidup.

Temuan itu selanjutnya di laporkan ke Mapolsek Prambanan. Mendapat laporan petugas bersama tim medis langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan pengamnan serta olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Saat diperiksa bayi itu sehat, dengan berat 2.550 gram, panjang 47 cm, lingkar kepala 35 cm, lingkar dada 33 cm, dan lingkar lengan atas 11 cm. Untuk penangganan lebih lanjut bayi di bawa ke RS Bhayangkara Polda DIY,” kara Rubiyanto, Jumat (5/3/2021).

Rubiyanto menjelaskan dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan olah TKP, petugas mencurigai, seorang ibu berinisial FA (32)yang juga penghuni kos di tempat tersebut sebagai ibu yang membuang bayinya.

Terduga pelaku menempati kamar di samping tempat boks bayi ditemukan. Hanya saja, saat diinterogasi, FA tidak mengakui bahwa anak itu adalah anak yang baru saja dilahirkan.

“Selanjutnya, petugas membawa bayi tersebut bersama FA ke RS Bhayangkara,” paparnya.

Namun, saat diminta keterangan oleh dokter di rumah sakit, FA akhirnya mengakui bayi itu adalah anaknya dari hasil hubungan gelap dengan kekasihnya. Alasan membuang bayi, karena merasa tidak sanggup merawatnya. Dengan harapan bayi tersebut ditemukan (diasuh) oleh orang.

“Untuk pemeriksaan lebih lanjut, kami masih menunggu hasil observasi dari medis kepada FA dan bayinya. Saat ini masih meakukan BAP terhadap saksi. Rencana setelah BAP saksi, baru meriksa FA dari bayinya.” ujarnya.

sumber:okezone.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*