Viral, Video Suami Istri Aniaya Bayi 7 Bulan Lantaran Rewel, Ini Ceritanya

Dua pasangan suami istri yang menjadi pelaku psnganiayaan terhadap anak angkatnya yang baru berusia tujuh bulan di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Selasa (6/7/2021).
Dua pasangan suami istri yang menjadi pelaku psnganiayaan terhadap anak angkatnya yang baru berusia tujuh bulan di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Selasa (6/7/2021).(DOK. POLRES BANYUASIN)

Seorang bayi perempuan yang masih berusia tujuh bulan inisial AM menjadi korban penganiayaan oleh ibu dan ayah angkatnya sendiri. Akibatnya, Rasydi (28) dan istrinya Ade Septia Pransisca (25) ditangkap oleh jajaran Satreskrim Polres Banyuasin. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Banyuasin AKP Ikang Ade Putra mengatakan, kejadian tersebut terkuak setelah video penganiayaan yang dilakukan pelaku Rasyid dan istrinya Ade viral di media sosial. Mendapatkan informasi itu, polisi langsung bergerak mencari keberadaan kedua pelaku. “Kedua pelaku kami tangkap di Palembang di lokasi berbeda,” kata Ikang melalui pesan singkat, Selasa (6/7/2021). Kini Terancam Penjara Minimal 5 Tahun Ikang menjelaskan, dari hasil pemeriksaan kedua pelaku adalah orangtua angkat korban. Mereka nekat menganiaya bayi malang itu lantaran korban terus menangis. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email “Korban rewel dan menangis tidak berhenti sehingga kedua pelaku ini kesal dan membekap mulut korban, namun ternyata aksi itu direkam oleh tetangganya dan viral di media sosial,” ujar Ikang. Tak hanya itu, kedua pelaku juga ternyata mengalami depresi lantaran bayi mereka meninggal saat dua hari dilahirkan. Baca juga: Terima Kasih Pembaca Kompas.com, Sudah Membantu Pengobatan Bayi M Fareski, namun Takdir Berkata Lain… Peristiwa itu membuat mereka menjadi kalap dan menganiaya korban. “Orang tua kandung korban belum mengetahui kejadian ini, karena mereka tinggal di lain desa,” jelas Ikang. Atas perbuatannya, kedua pelaku dikenakan Undang-undang 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman penjara di atas lima tahun.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*